ANALISA PENCEMARAN SUNGAI MANDAR DENGAN BIOINDIKATOR MAKROINVERTEBRATA MELALUI METODE BIOTILIK

Main Article Content

Sukmawati
Maarifah Dahlan
Rat Dela

Abstract

Monitoring dan evaluasi terhadap kualitas air sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas air serta dampak yang ditimbulkan dari berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Penurunan kualitas air ditandai dengan perubahan kualitas air dan perubahan konisi habitat sungai, hal ini terjadi di sungai mandar yang diakibatkan aktifitas penduduk seperti membuang limbah ke sungai. Kualitas air dapat ditentukan dengan metode biotilik. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menganalisa keberadaan makroinvertebrata menggunakan metode biotilik di desa Palece Sungai Mandar sebagai indikator pencemaran sungai. Adapun analisa data didapatkan 1 ekor golongan EPT dan 99 ekor golongan non EPT dengan 11 jenis biota dengan kualitas pencemaran kualitas sungai Mandar di Desa Palece tercemar sedang

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Sukmawati S, Maarifah Dahlan, Dela R. ANALISA PENCEMARAN SUNGAI MANDAR DENGAN BIOINDIKATOR MAKROINVERTEBRATA MELALUI METODE BIOTILIK. BIGES JUKES [Internet]. 2021Mar.11 [cited 2021Aug.4];12(2):48-52. Available from: https://ejurnal.biges.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/165
Section
Kesehatan

References

Dini, S. (2011). Evaluasi Kualitas Air Sungai Ciliwung di Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Tahun 2000-2010. Skripsi. Jakarta. Universitas Indonesia.

Rahmawati, R. (2014). Analisis tingkat pencemaran berdasarkan indeks keragaman populasi gastropoda di bagian tengah Sungai Gajahwong dan Kali Kuning Yogyakarta. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 64.

Irianto, K. (2015). Pencemaran Lingkungan. Bali: Universitas Wamadewa.

Rini, DS. (2011). Ayo Cinta Sungai: Panduan Penilaian Kesehatan Sungai Melalui Pemeriksaan Habitat Sungai dan Biotilik. Gresik: Ecoton

Bauchard, W. (2012). Guide to AquaticInvertebrate Families of Mongolia. Minnesota

Mahardika, E.N.D. (2020). Analisa Kualitas Air Sungai dengan Bioindikator Makroinvertebrata di Sungai Galengdowo. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 12 (1), 68-71.

Yohanes B.Y., Utomo S.W., Agustina H. (2019). Kajian Kualitas Air Sungai dan Upaya Pengendalian Pencemaran Air. IJEEM: Indonesian Journal of Environment Educaton and Management, 4(2), 136-155.

Trisnaini, I., Sari, T.N.K., & Utama, F. (2018). Identifikasi Habitat Fisik Sungai dan Keberagaman Biotilik sebagai Indikator Pencemaran Air Sungai Musi Kota Palembang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 2018, 17.1:1-8

Mustofa, A., Rudiyanti, S., & Muskanonfola, M.R. (2014). Analisis struktur komunitas makrozoobenthor sebagai biondikator kualitas perairan sungai wedung kabupaten Demak. Managemen of Aquatic Resource Joural, 3(1), 81-88.

Chandra Y, Marnix L, Roni K, Marina FO, Singkoh. (2014). Kelimpahan serangga air di Sungai Toraut Sulawesi Utara. Journal MIPA Unsra