LITERATUR REVIEW: APLIKASI MODEL HEALTH CARE SYSTEM DALAM INTERPROFESSIONAL COLLABORATION PADA PENANGANAN GIZI BURUK

Main Article Content

Risnah
Musdalifah Mukhtar
Muhammad Irwan

Abstract

Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu perhatian penting dalam bidang kesehatan.  Anak sehat merupakan modal dasar hadirnya generasi yang berkualitas. Untuk itu memerlukan pemenuhan gizi yang optimal dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Namun pada kenyataaannya, satu dari tiga anak atau sekitar 8 juta anak mengalami pertumbuhan tak maksimal yang diakibatkan oleh berbagai kondisi kekurangan gizi. Tapi harus diingat bersama bahwa permasalahan di system pelayanan kesehatan dapat tertangani dengan baik jika melibatkan seluruh profesi kesehatan dalam Interprofessional Collaboration.


 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa artikel mengenai aplikasi health system dalam Interprofessional collaboration pada penanganan gizi buruk. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan melakukan penelusuran literatur di beberapa database, yakni Proquest, EBSCO, dan Sciencedirect. Artikel yang digunakan dengan rentang publikasi tahun 2005-2016. Berdasarkan hasil analisis dari artikel yang dikumpulkan, diperoleh hasil bahwa model Betty Neuman bisa diterapkan dalam konteks pelayanan multidisiplin yang menguatkan terlaksananya Interprofessional Collaboration sebagai upaya untuk mencegah fragmentasi dalam pemberian pelayanan untuk klien sehingga model ini dapat bekerja dengan baik dalam tatanan pelayanan yang berbasis multidisiplin

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Risnah R, Musdalifah Mukhtar, Muhammad Irwan. LITERATUR REVIEW: APLIKASI MODEL HEALTH CARE SYSTEM DALAM INTERPROFESSIONAL COLLABORATION PADA PENANGANAN GIZI BURUK. BIGES JUKES [Internet]. 2021Mar.11 [cited 2021Aug.4];12(2):42-7. Available from: https://ejurnal.biges.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/169
Section
Kesehatan

References

DAFTAR PUSTAKA

Black RE, Victora CG, Walker SP, et al. Maternal and Child Undernutrition and Overweight in low-income and middle-income Countries. The Lancet. 2013;382(9890): 427-451.

Fatimah S, Hadju V, Bahar B, Abdullah Z.The Relationship Between Food Pattern and Haemoglobin Level in Pregnan Woman at Maros, South Sulawesi. Makara Journal of Health Research. 2011:3-36.

Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Badan KEsehatan KEmenterian Republik Indonesia. 2013

Adisasmito,W. Faktor Risiko Diare padaBayi dan Balita di Indonesia: Systematic Review. Makara Kesehatan.2007;11(1):1-10.

UNICEF. Ringkasan Kajian Kesehatan Ibu dan Anak. 2012.

Posthumus A, Schölmerich V, Waelput A, et al. Bridging between professionals in perinatal care: towards shared care in the Netherlands. Maternal and Child Health Journal. 2013;17(10):1981-1989.

Green BN, Johnson CD. Interprofessional collaboration in research, education, and clinical practice: working together for a better future. Journal of Chiropractic Education. 2015;29(1):1-10.

Indonesia KKR. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. 2015.

Sumarni S. Peran Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam Gerakan Penyelamatan 1000 HPK untuk menurunkan stunting dan angka kematian ibu. Seminar & Saresehan Nasional Kesehatan Masyarakat. pp.20-30.ISBN 978-602-6958-01-3S. 2015.

BORST J. interprofessional collaboration: an introduction. Tartalom/Table of contents. 2011:32.

San Martin-Rodriguez L, D'Amour D, Leduc N. Outcomes of interprofessional collaboration for hospitalized cancer patients. Cancer nursing. 2008;31(2):E18-E27.

Lesley Bainbridge P, Louise Nasmith M, Wood V. Competencies for interprofessional collaboration. Journal of Physical Therapy Education. 2010;24(1):6.

Maria IL. Ida Leida M. Thaha, Mega Marindrawati Rochka Muh. Syafar 2.

Grumbach K, Bodenheimer T. Can health care teams improve primary care practice? Jama. 2004;291(10):1246-1251.

Greiner AC, Knebel E. Institute of Medicine Committee on the Health Professions Education Summit. Health professions education: A bridge to quality. Washington, DC: National Academy Press; 2003.

WHO. Framework for Action on Interprofessional Education & Collaborative Practice. 2010:64.

Thaha RM, Maria IL. An Intervention Study on Antenatal Class Plus for the Improvement of Healthy Pregnancy and Safe Childbirth in Gowa Regency, Indonesia. Pakistan Journal of Nutrition. 2015;14(12):1002.

Supariasa DN d. Penilaian status gizi. EGC Penerbit buku kedokteran. 2002.

Susanty M, Kartika M, Hadju V, Alharini Sa. Hubungan pola pemberian ASI dan MP-ASI dengan gizi buruk pada anak 6-24 bulan di Kelurahan Pannampu Makassar. Media Gizi Masyarakat Indonesia. 2012;1(2):97-103.

Hadju V. Penentuan Status Gizi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar. 1997.

Maria IL, Hamzah A. pelaksanaan Program Jaminan Persalinan (Jampersal) di Dinas Kesehatan Kabupaten Buol. jurnal Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Indonesia. 2013;2(02).

BAPPENAS Kppn. Laporan pencapaian tujuan pembangunan milenium di Indonesia 2011 2012:144.

Sumarni S. Peran sarjana kesehaatan masyarakat dalam gerakan penyelamatan 1000 hari pertama kehidupan untuk menurunkan stunting dan angka kematian ibu. 2015.

Ansell C, Gash A. Collaborative governance in theory and practice. Journal of public administration research and theory. 2008;18(4):543-571.

Alligood MR. pakar teori keperawatan dan karya mereka 2017.

achjar Kah. Teori dan praktek Asuhan keperawatan komunitas. Book. 2012.

maryani Ds. Ilmu keperawatan komunitas. 2014.

Print M. Curriculum Development And Design, second edition, sidney : Ducupro. 1993.