FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALAGIAN

Main Article Content

Nurisriani Najamuddin
Reni Rahmadani
Suriany

Abstract

Background: Stunting problems in toddlers, which until now are still a special concern in the world because it can inhibit the physical and mental development of children. Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutrient intake over a long period of time due to food intake that is not in accordance with the nutritional needs of the body. Toddlers who experience stunting will cause increased risk and stunted growth and development of children. The method used in this study was observational analytic with a controud case design. Sampling using proportional random sampling technique, obtained 86 respondents in accordance with the inclusion criteria, data collection was done using questionnaire sheets and using KMS to observe birth weight in infants, height and weight of the last weighing at the time of the study with questionnaire filling. The collected data is then processed by using the Chi Square test with ? <0.05. The results of the statistical test showed that BBLR  (p = 0.005), Exclusive breastfeeding (p = 0.104), Mp-ASI (p = 0.121). The conclusion in this study is that BBLR affects the incidence of stunting, Exclusive breastfeeding and breastfeeding does not affect the incidence of stunting in children aged 12 to 59 months at the Campalagian Health Center in Polewali Mandar district.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Nurisriani Najamuddin, Reni Rahmadani, Suriany. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAMPALAGIAN . BIGES JUKES [Internet]. 2020Mar.17 [cited 2020Oct.26];11(2):78-86. Available from: https://ejurnal.biges.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/152
Section
Kesehatan

References

Akbar, A. A., Syamsianah, A., & Setiawati, Y. N. (2018). Berat badan Lahir Rendah, Lama Pemberian ASI dan ASI Ekslusif Sebagai Faktor Risiko kejadian Stunting Balita di Desa Langesari Kabupaten Semarang.
Angkat, A. H. (2018). Penyakit Infeksi dan Praktek Pemberian MP-ASI Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Simpang Kiri Kota. Journal of The World of Nutrition, 1(1), 52–58. https://doi.org/https://ejournal.helvetia.ac.id/jdg
Apriani, L. (2018). Hubungan Karakteristik Ibu, Pelaksanaan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan Kejadian Stunting. JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal), 6(4), 198–205. https://doi.org/http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm oleh
Fitri, L. (2018). Hubungan BBLR dan ASI Ekslusif dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Lima Puluh Pekanbaru. Jurnal Edurance, 3(1), 131–137. https://doi.org/http://doi.org/10.22216/jen.v3i1.1767 ABSTRAK
Hanum, N. H. (2019). Hubungan Tinggi Badan Ibu dan Riwayat Pemberian MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Amerta Nutrition, 78–84. https://doi.org/10.2473/amnt.v3i2.2019.78-84
Kullu, V. M., Yasnani, & Hariati, L. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 3(2), 1–11. https://doi.org/http:garuda.ristekdikti.go.id
Lapau, B. (2012). Metode penelitian Kesehatan: Metode Ilmiah Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi (Edisi 1). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Meilyasari, F., & Isnawati, M. (2014). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 12 bulan di Desa Purwokerto Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Journal of Nutrition College, 3(2), 26–32. https://doi.org/http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc
Musdalifah. (2015). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi dengan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Balita Usia 3-5 Tahun di Desa Karama Kec. Tinambung.
Nadiyah, Briawan, D., & Martianto, D. (2014). Faktor Risiko Stunting Pada Anak Usia 0—23 Bulan di Provinsi Bali, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi Dan Pangan, 9(2), 125—132.
Notoadmodjo, S. (2010). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka.
Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Paramashanti, B. A., Ata, U. A., Hadi, H., Ata, U. A., & Gunawan, I. G. (2016). Pemberian ASI eksklusif tidak berhubungan dengan stunting pada anak usia 6 – 23 bulan di Indonesia. Jurnal Gizi Dan Diedetik Indonesia, 3(August 2018). https://doi.org/10.21927/ijnd.2015.3(3).162-174
Pormes, W. E., Rompas, S., & Ismanto, A. Y. (2015). Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang GiziI dengan Stunting Pada Anak Usia 4-5 Tahundi TK Malaekat Pelindung Manado.
Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Rahman, F. (2015). Riwayat Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia Bawah Dua Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 10, 67–73. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21109/kesmas.v10i2.882
RI, K. K. (2018). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta.
Riskesda. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta.
Romarina, A. (2016). Capaian Pelayanan Kesehatan Dasar Di Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Sosial, 16(1), 47–57. https://doi.org/http://ejournal.undip.ac.id
Sukarni, I., & Sudarti. (2014). Patologi: Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Neonatus Risiko Tinggi (Edisi 1). Yogyakarta.
Sumantri, A. (2015). Metodelogi Penelitian Kesehatan. In Europe (Edidi Pert, pp. 224–226). Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Swarjana, I. K. (2012). Metode Penelitian Kesehatan Tuntunan Praktis Pembuatan Proposal Kesehatan (Edisi 1). Yogyakarta: Andi Offset.
Swarjana, I. K. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi 1 Re). Yogyakarta.
Vaozia, S., & Nuryanto. (2016). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 1-3 Tahun (Studi di Desa Menduran Kecamatan Brati Kabupaten Grobogan). Journal of Nutrition College, 5(4), 314–320. https://doi.org/http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnc
Welasasih, B., & Wirjatmadi, R. (2012). Beberapa Faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita Stunting.