HUBUNGAN PERAN PERAWAT DALAM TIMBANG TERIMA DENGAN UPAYA MENGOPTIMALKAN KESELAMATAN PASIEN

Main Article Content

Andi Mappanganro

Abstract

Nurses have an important role to encourage improvement in patient safety, one of which is good communication between fellow nurses at the time of weighing. Failure to communicate when weighing can have a serious impact on health services. This study aims to determine the relationship between the role of nurses in weighing with efforts to optimize patient safety in inpatient surgery at TK II Pelamonia Hospital.


The research method used in this study is a quantitative method with a cross sectional study approach, which is a study that measures variables simultaneously. Determination of the sample is done using Nonprobability Sampling with Purposive Sampling with a sample size of 40 respondents. Relationship test using statistical tests with a significance level ∠= 0.05.


The results showed that the good category regarding the role of nurses in weighing was 85.0% nurses and the unfavorable category was 15.0% nurses. While efforts to optimize patient safety, 82.5% of nurses optimize and 17.5% of nurses less optimize. The analysis shows that there is a relationship between the role of nurses in weighing with efforts to optimize patient safety with a value of Ï = 0.005.


The conclusion of this study is that there is a relationship between the role of nurses in weighing with efforts to optimize patient safety in the inpatient room at TK II Pelamonia Hospital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Andi Mappanganro, Vifta Ekariani. HUBUNGAN PERAN PERAWAT DALAM TIMBANG TERIMA DENGAN UPAYA MENGOPTIMALKAN KESELAMATAN PASIEN . BIGES JUKES [Internet]. 2019Aug.31 [cited 2020Aug.12];11(1):31-9. Available from: https://ejurnal.biges.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/131
Section
Kesehatan

References

Agreria, E. (2018). Hubungan Supervisi dengan Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Lantai 10 RSU Royal Prima Medan. Jurnal Jumatik, Vol 3 (2) 78-97.
Bawelle, S. (2013). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien (Patient safety) di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kondage Tahuna. Journal Keperawatan (e.Kp), Vol 1 (1) 884-894).
Depkes RI. (2015).Tentang Profil Kesehatan Indonesia.JakartaKementrian Kesehatan RI.
DepartemenAgama RI. (2015). Al Quran danterjemhnya.
Goraph, M. (2018). Hubungan Timbang Terima (Operan Shift) dengan Kinerja Perawat Pelaksana Diruang Rawat Inap Bangsal RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.e-journal Keprawatan,vol 6(1),1-5
Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit. (2012). Pedoman pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP), Komite Keselamatan Pasien RumaSakit. Jakarta
Kamil, H. (2011). Handover Dalam Pelayanan Keperawatan Handover In Nursing Care. Idea Nursing Journal, 4(2), 144–152.
Kemenkes RI. (2011). Permenkes RI No. 1691/Menkes/VII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
Kesrianti, A. M. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada Saat handover di ruang rawat inap Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Jurnal Ilmiah, 13-14.
Kirana, D. (2016).Hubungan sikap disiplin perawat dengan efektivitas pelaksanaan timbang terima di RSUD dr. Abdoer Rahim Situebondo. (Tesis, Universitas Jember).
Manopo, Q. (2013). Hubungan Antara Penerapan Timbang Terima Pasien dengan Keselamatan Pasien Oleh Perawat Pelaksana di RSU GMIM Kalooran Amurang. , vol 6(1),1-5.
Mandagi, F. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Perawat dalam Menerapkan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Umum Bethesda GIMIM Tomohon. Journal e-Biomedi, Vol 2 (3) 885-894.
Nursalam. (2016). Manajement keperawatan aplikasi dalam praktik keperawataan aplikasi dalam prakti keperawatan profesional. (ed 4).Jakarta: Selemba Medika.
Notoadmodjo, N. (2011). Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni (Edisi Revisi) Jakarta Rineka Cipta
Oktaviani, A. (2015).Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Pencegahan Resiko Jatuh Pasien di Rumah Sakit Panti Waluyo Surakarta. l 2 (3) 885-894.
Pagala, I. (2017). Prilaku Kepatuhan Perawat Melaksanakan SOP Terhadap kejadian Keselamatan Pasien di Rumah Sakit X Kendari. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, Vol 12 (1) 139-149-198.
Setyani. M.(2016). Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Kabupaten Tangerang.Journal JKFTVol 2, No 2 (2016).
Soepradjo, R. (2016).Hubungan antara Jenis Kelamin dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi Utara.Diakses dari website http//:ejournal.unstrat.ac.id/.Diakses tanggal 10 Juli2019.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Manajemen: Pendekatan Kuantitatif, Kualitati, Kombinasi (Mixed Methods, Penelitian Tindakan (Action Research), Dan Penelitian Evaluasi. Bandung: Alfabeta

Trwibowo, C., Sulhah., Nur (2016). Handover Sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien (Patient safety). Keperawatan Soederman. Vol 11(2).76-80.
Triwibowo, R. (2016). Studi Kualiatif peran handover dalam meningkatkan keselamatan pasien. Pena Medika, Vol.6 No 2. .Diakses dari website

World Health Organization. (2013) Pasien Sefety.

Wirawan, A. (2016). Pengaruh Tingkat Pendidkan dan Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. vol 4 (1) 135-140 Diakses dari websitehttp.//ejournal.undiksha,ac.ad.pada tanggal 6 Agustus 2019.

Windyastuti, W. (2018). Hubungan Pelaksanaan Timbang Terima dengan Keselamatan Pasien Diruang Rawat Inap Kelas III RSI Sultan Agung Semarang. Jurnal Keperawatan, Vol.5(2).132-138.
Worung, P. (2014). Hubungan Umur Status Perkawinan dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Praktik Keperawatan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumuysang Provinsi Sulwasi Utara.